Solawat Yang Diajarkan Oleh Jibril

Telah berkata Al-Imam Asy-Sya’rani  di dalam Kasyf Al-Ghummah, bahawa telah bersabda Baginda   “Jika engkau sekalian bersolawat ke atasku, engkau sekalian bacalah……”, dan Baginda telah menyebutkan solawat ini. Dan beliau (Al-Imam Sya’rani ) telah berkata lagi sesudah itu bahawa telah bersabda Baginda , “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Jibril, dan dia (Jibril) telah berkata, “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Mikail, dan dia (Mikail) telah berkata, “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Tuhan Yang Memiliki Ketinggian, Yang Maha Agung dengannya (solawat di atas), aku akan menjadi saksi baginya pada Hari Kiamat dengan penyaksian, dan aku akan memberi syafa’at kepadanya.

Dan di dalam Asy-Syifa’, telah disebutkan sanadnya yang disampai kepada ‘Ali (Zainal ‘Abidin) ibn Husain daripada bapanya Al-Husain daripada bapanya ‘Ali ibn Abi Tolib

 

Wahai Allah! Limpahkanlah solawat ke atas Muhammad, hambaMu dan pesuruhMu, nabi yang buta huruf, dan ke atas keluarga Muhammad, isteri-isterinya ibu-ibu bagi orang-orang yang beriman, dan keturunannya, dan anggota-anggota rumahnya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan solawat ke atas Ibrahim dan ke atas keluarga Ibrahim, pada sekalian alam. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencucuri rahmat ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah! Cucurilah belas kasih sayang ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencucuri belas kasih sayang ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Wahai Allah! Limpahkanlah kesejahteraan ke atas Muhammad dan ke atas keluarga Muhamad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan ke atas Ibrahim dan ke atas keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

About CocakIjo

Hebat tidaknya seseorang bukan dilihat dari penampilan, penampilan bisa saja menipu. Orang yang bijak ialah orang yang meniru ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk. Menggunakan Ilmu seperlunya saja untuk hal bermanfaat. Bisa mengkaji rasa. Mengontrol ucapan, prilaku dan tingkah. Ngaji tatah , bisa membagi posisi kita berada. Tua Muda bukan sebagai tolak ukur, setiap orang mempunyai kemampuan dan pemahaman berbeda

Posted on 25 March 2011, in Solawat and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: