Monthly Archives: March 2011

Bertemu Rosulullah saw

Siapa yang ingin bermimpi bertemu Nabi Muhammad saw. Lakukan Sholat hajad 2 roka’at kemudian membaca do’a dibawah ini 300x.

Artinya :

” Ya Allah sumber pancaran Nur, Ya Allah tuhan yang mengatur semua perkara, Semoga Engkau sampaikan padaku salam dan tahiyyat kepada Ruh nabi Muhammad s.a.w  dan Ruh keluarga nabi Muhammad s.a.w “

 

 

Doa Nur

Doa Nur dikenal sebagai Hirz (doa perlindungan) Fatimah Az-Zahra’ (sa). Doa yang diajarkan oleh Rasulullah saw kepada puterinya yang tercinta. Khasiat doa ini Jika didawamkan, dibaca secara istiqamah, akan dapat mempermudah datangnya rizki. Selain itu dapat menyembuhkan penyakit demam, dan sangat bagus dibaca di saat-saat musim penyakit demam.

Bismillâhir Rahmânir Rahîm. Allâhumma shalli `ala Muhammadin wa âli Muhammad Bismillâhin Nûr, bismillâhi Nûrin nûr, bismillâhi Nûrun ‘alâ nûr, bismillâhil ladzî Huwa Mudabbirul umûr, bismillâhil ladzî khalaqan nûra minan nûr. Alhamdulillâhil ladzî khalaqan nûra minan nûr, wa anzalan nûra ‘alath thûr, fî kitâbin masthûr, fî riqqin mansyûr, bi-qadarin maqdûr, ‘alâ nabiyyin mahbûr. Alhamdulillâhil ladzî Huwa bil-’izzi madzkûr, wa bil-fakhri masyhûr, wa ‘alas sarrâ-i wadh dharrâi masykûr, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa âlihith thâhirîn.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad Dengan nama Allah Cahaya, dengan nama Allah Cahaya dari segala cahaya, dengan nama Allah Cahaya di atas cahaya, dengan nama Allah Yang Mengatur segala urusan, dengan nama Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya. Segala puji bagi Allah Yang Menciptakan cahaya dari cahaya, Yang Menurunkan cahaya ke bukit dalam kitab yang ditulis, dengan ukuran yang tertentu, kepada Nabi yang terpilih. Segala puji bagi Allah yang dikenal kebesaran-Nya, yang masyhur keagungan-Nya, yang disyukuri dalam suka dan duka. Semoga Allah menyampaikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci. (Kitab Mafatihul Jinan, kunci-kunci surga)


Ismul A’zham Usthum Al-Arif Billah

Sebagian riwayat menerangkan bahwa yang memindahkan istana balqis dari negeri saba’ kedalam kerajaan Nabi Sulaiman adalah jin Ifrit yang bernama Ashif Bin Barkhiyah. Tetapi ada pula terdapat riwayat lain bahwa yang melakukan adalah Seorang Waliyullah Arifbillah yang bernama USTHUM yang selalu mengamalkan Ismul A’zham dibawah ini :


YAA HAYYU YAA QAYYUUM YAA ILAAHANAA WAILAAHA KULLI SYAI’IN ILAHAN WAAHIDAN LAAILAAHA ILLA ANTA

Ya Allah Tuhan yang maha hidup, Tuhan yang berdiri sendiri, Ya Allah tuhan kami, Tuhan segala sesuatu, Tuhan Yang maha Esa, Tidak ada Tuhan yang benar disembah hanya Engkau wahai Tuhan kami.


 

JALBUR RIZQI

Sangat baik di amalkan oleh orang yg tidak pernah untung dalam berdagang,selalu gagal usahanya, sulit rizqi dan tidak pernah tercukupi segala kebutuhan hidupnya meskipun telah bekerja keras banting tulang. dengan mengamalkannya akan memperoleh kemudahan dan keberkahan hidup di dunia,sebagai bekal ibadah mendekatkan diri pada Allah.swt.semoga bermanfa’at

  • HASBUNALLAH WA NI’MAL WAKIL (4500 x)

ALLAHUMMA YA KAFI IKFINI NAWA-IBAD DUN-YA WA MASHO-IBAD DAHRI WA DZULLAL FAQRI. ALLAHUMMA YA GHONIYYU AGHNINI BI GHINAKA ‘AMMAN SIWAKA WA BIJUDIKA WA BIFADHLIKA ‘AN KHOLQIKA FAINNAKA QULTA WA QOULUKAL HAQQUL MUBIN.”UD’UNI ASTAJIB LAKUM” DA’AUNAKA KAMA AMARTANA FASTAJIB MINNA KAMA WA’ADTANA.ALLAHUMMA YA MUGHNI AS-ALUKA GHINAKAD DAHRI ILAL ABAD.ALLAHUMMA YA FATTAHU IFTAHLI BABA ROHMATIKA WA ASBIL ‘ALAYYA SITRO ‘INAYATIKA WA SAKH-KHIRLI KHODAMA HADZIHIL ASMA-I BI SYAI-IN ASTA’INU BIHI ‘ALA MA’AYISYI WA AMRI DINI WA DUN-YAYA WA AKHIROTI WA ‘AQIBATI AMRI WA SAKH-KHIRHU LI KAMA SAKH-KHORTAR RIHA WAL INSA WAL JINNA WAL WAKHSYA WATH-THOIRO LINABIYYIKA SULAIMANABNI DAWUDA ‘ALAIHIMAS SALAM.WABI AHYA SYAROHAYA ADUNAYA ASHBAWUTA ALI SYADAYA.YA MAN AMRUHU BAINAL KAFI WAN NUN.INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI-AN AY YAQULA LAHU KUN FAYAKUN.FASUBHANAL LADZI BI YADIHI MALAKUTU KULLI SYAI-IW WA ILAIHI TURJA’UN

 

Solawat Yang Diajarkan Oleh Jibril

Telah berkata Al-Imam Asy-Sya’rani  di dalam Kasyf Al-Ghummah, bahawa telah bersabda Baginda   “Jika engkau sekalian bersolawat ke atasku, engkau sekalian bacalah……”, dan Baginda telah menyebutkan solawat ini. Dan beliau (Al-Imam Sya’rani ) telah berkata lagi sesudah itu bahawa telah bersabda Baginda , “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Jibril, dan dia (Jibril) telah berkata, “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Mikail, dan dia (Mikail) telah berkata, “Begitulah yang telah disampaikan pada tanganku oleh Tuhan Yang Memiliki Ketinggian, Yang Maha Agung dengannya (solawat di atas), aku akan menjadi saksi baginya pada Hari Kiamat dengan penyaksian, dan aku akan memberi syafa’at kepadanya.

Dan di dalam Asy-Syifa’, telah disebutkan sanadnya yang disampai kepada ‘Ali (Zainal ‘Abidin) ibn Husain daripada bapanya Al-Husain daripada bapanya ‘Ali ibn Abi Tolib

 

Wahai Allah! Limpahkanlah solawat ke atas Muhammad, hambaMu dan pesuruhMu, nabi yang buta huruf, dan ke atas keluarga Muhammad, isteri-isterinya ibu-ibu bagi orang-orang yang beriman, dan keturunannya, dan anggota-anggota rumahnya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan solawat ke atas Ibrahim dan ke atas keluarga Ibrahim, pada sekalian alam. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji, Maha Mulia. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencucuri rahmat ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah! Cucurilah belas kasih sayang ke atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah mencucuri belas kasih sayang ke atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Wahai Allah! Limpahkanlah kesejahteraan ke atas Muhammad dan ke atas keluarga Muhamad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan kesejahteraan ke atas Ibrahim dan ke atas keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia

Tingkat Waliullah

Syaikh Abu Hasan Ali Hujwiri dalam kitabnya yang berjudul Kasyf Al-Mahjub, mengatakan bahwa wali Akhyar sebanyak 300 orang, wali Abdal sebanyak 40 orang, wali Abrar sebanyak 7 orang, wali Autad sebanyak 4 orang, wali Nuqaba sebanyak 3 orang dan wali Quthub atau Ghauts sebanyak 1 orang. Sedangkan menurut Syaikhul Akbar Muhyiddin ibnu `Arabi dalam kitabnya al-Futuhat al-Makkiyyah membuat pembagian tingkatan wali dan kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar dapat diringkas sebagai berikut:

1. Wali Quthub al-Aqthab atau Wali Quthub al-Ghauts
Wali yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka Wali Quthub lainnya yang menggantikan.

2. Wali Aimmah
Pembantu Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat. Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bergelar Abdur Robbi, bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bergelar Abdul Malik, bertugas menyaksikan alam malaikat.

3. Wali Autad
Jumlahnya empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kaabah. Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul Hayyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdul Murid.
4. Wali Abdal
Abdal berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab al-Futuhatul Makkiyyah dan Fushus Hikam yang terkenal itu (Muhyiddin ibnu ‘Arabi) mengaku pernah melihat dan bergaul baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.

Pada tahun 586 di Spanyol, Muhyiddin ibnu ‘Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani. Sahabat Muhyiddin ibnu ‘Arabi yang bernama Abdul Majid bin Salamah mengaku pernah juga bertemu Wali Abdal bernama Muâ’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.

5. Wali Nuqobaa
Jumlah mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqobaa melihat bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.

6. Wali Nujabaa
Jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.

7. Wali Hawariyyun
Berasal dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair ibnu Awam. Allah menganugerahkan kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam beribadah.

8. Wali Rajabiyyun
Dinamakan demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak. Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.

Berbagai rahasia kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru bisa berbicara.

Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari sebagai pedagang.


9. Wali Khatam

Khatam berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi Muhammd saw.

Jumlah para Auliya yang berada dalam manzilah-manzilah ada 356 sosok, yang mereka itu ada dalam kalbu Adam, Nuh, Ibrahim, Jibril, Mikail, dan Israfil. Dan ada 300, 40, 7, 5, 3 dan 1. Sehingga jumlah kerseluruhan 356 tokoh. Hal ini menurut kalangan Sufi karena adanya hadits yang menyebut demikian.

Sedangkan menurut Syaikh al-Akbar Muhyiddin ibnu ‘Arabi (menurut beliau muncul dari mukasyafah) maka jumlah keseluruhan Auliya yang telah disebut diatas, sampai berjumlah 589 orang. Diantara mereka ada satu orang yang tidak mesti muncul setiap zaman, yang disebut sebagai al-Khatamul Muhammadi, sedangkan yang lain senantiasa ada di setiap zaman tidak berkurang dan tidak bertambah. Al-Khatamul Muhammadi pada zaman ini (zaman Muhyiddin ibnu ‘Arabi), kami telah melihatnya dan mengenalnya (semoga Allah menyempurnakan kebahagiaannya), saya tahu ia ada di Fes (Marokko) tahun 595 H. Sementara yang disepakati kalangan Sufi, ada 6 lapisan para Auliya, yaitu para Wali: Ummahat, Aqthab, A’immah, Autad, Abdal, Nuqaba dan Nujaba.

Pada pertanyaan lain : Siapa yang berhak menyandang Khatamul Auliya sebagaimana gelar Khatamun Nubuwwah yang disandang oleh Nabi Muhammad saw?.

Ibnu Araby menjawab :
Al-Khatam itu ada dua: Allah menutup Kewalian (mutlak), dan Allah menutup Kewalian Muhammadiyah. Penutup Kewalian mutlak adalah Nabi Isa Alaihissalaam. Dia adalah Wali dengan Nubuwwah Mutlak, yang kelak turun di era ummat ini, dimana turunnya di akhir zaman, sebagai pewaris dan penutup, dimana tidak ada Wali dengan Nubuwwah Mutlak setelah itu. Ia disela oleh Nubuwwah Syari’at dan Nubuwwah Risalah. Sebagaimana Nabi Muhammad saw sebagai Penutup Kenabian, dimana tidak ada lagi Kenabian Syariat setelah itu, walau pun setelah itu masih turun seperti Nabi Isa, sebagai salah satu dari Ulul ‘Azmi dari para Rasul dan Nabi mulia. Maka turunnya Nabi Isa sebagai Wali dengan Nubuwwah mutlaknya, tetapi aturannya mengikuti aturan Nabi Muhammad saw, bergabung dengan para Wali dari ummat Nabi Muhammad lainnya. Ia termasuk golongan kita dan pemuka kita.

Pada mulanya, ada Nabi, yaitu Adam as. Dan akhirnya juga ada Nabi, yaitu Nabi Isa, sebagai Nabi Ikhtishah (kekhususan), sehingga Nabi Isa kekal di hari mahsyar ikut terhampar dalam dua hamparan mahsyar. Satu Mahsyar bersama kita, dan satu mahsyar bersama para Rasul dan para Nabi.
Adapun Penutup Kewalian Muhammadiyah, saat ini (zaman Muhyiddin ibnu ‘Arabi) ada pada seorang dari bangsa Arab yang memiliki kemuliaan sejati. Saya kenal di tahun 595 H. Saya melihat tanda rahasia yang diperlihatkan oleh Allah Ta’ala pada saya dari kenyataan ubudiyahnya, dan saya lihat itu di kota Fes, sehingga saya melihatnya sebagai Penutup Kewalian Muhammadiyah darinya. Dan Allah telah mengujinya dengan keingkaran berbagai kalangan padanya, mengenai hakikat Allah dalam sirr-nya.

Sebagaimana Allah menutup Nubuwwah Syariat dengan Nabi Muhammad SAW, begitu juga Allah menutup Kewalian Muhammadi, yang berhasil mewarisi Al-Muhammadiyah, bukan diwarisi dari para Nabi. Sebab para Wali itu ada yang mewarisi Ibrahim, Musa, dan Nabi Isa, maka mereka itu masih kita dapatkan setelah munculnya Khatamul Auliya’ Muhammadi, dan setelah itu tidak ada lagi Wali pada Kalbu Muhammad saw. Inilah arti dari Khatamul Wilayah al-Muhammadiyah. Sedangkan Khatamul Wilayah Umum, dimana tidak ada lagi Wali setelah itu, ada pada Nabi Isa Alaissalam. Dan kami menemukan sejumlah kalangan sebagai Wali pada Kalbu Nabi Isa As, dan sejumlah Wali yang berada dalam Kalbu para Rasul lainnya.

Dilain tempat, Ibnu ‘Arabi mengatakan bahwa dirinyalah yang menjadi Segel (Penutup) Kewalian Muhammad. Beberapa wali yang pernah mencapai derajat wali Quthub al-Aqthab (Quthub al-Ghaus) pada masanya :

Sayyid Hasan ibnu Ali ibnu Abi Thalib
Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz
Syaikh Yusuf al-Hamadani
Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Syaikh Ahmad al-Rifa’i
Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy
Syaikh Ahmad Badawi
Syaikh Abu Hasan asy-Syazili
Syaikh Muhyiddin ibnu Arabi
Syaikh Muhammad Bahauddin an-Naqsabandi
Syaikh Ibrahim Addusuqi
Syaikh Jalaluddin Rumi

Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Beliau pernah berkata Kakiku ada diatas kepala seluruh wali. Menurut Abdul Rahman Jami dalam kitabnya yang berjudul Nafahat Al-Uns, bahwa beberapa wali terkemuka diberbagai abad sungguh-sungguh meletakkan kepala mereka dibawah kaki Syaikh Abdul Qadir al-Jilani.

Syaikh Ahmad al-Rifa’i
Sewaktu beliau pergi Haji, ketika berziarah ke Maqam Nabi Muhammad Saw, maka nampak tangan dari dalam kubur Nabi bersalaman dengan beliau dan beliau pun terus mencium tangan Nabi SAW yang mulia itu. Kejadian itu dapat disaksikan oleh orang ramai yang juga berziarah ke Maqam Nabi Saw tersebut. Salah seorang muridnya berkata :

“Ya Sayyidi! Tuan Guru adalah Quthub”. Jawabnya; “Sucikan olehmu syak mu daripada Quthubiyah”. Kata murid: “Tuan Guru adalah Ghaus!”. Jawabnya: “Sucikan syakmu daripada Ghausiyah”.

Al-Imam Sya’roni mengatakan bahwa yang demikian itu adalah dalil bahwa Syaikh Ahmad al-Rifa’i telah melampaui “Maqamat” dan “Athwar” karena Qutub dan Ghauts itu adalah Maqam yang maklum (diketahui umum).
Sebelum wafat beliau telah menceritakan kapan waktunya akan meninggal dan sifat-sifat hal ihwalnya beliau. Beliau akan menjalani sakit yang sangat parah untuk menangung bilahinya para makhluk. Sabdanya, Aku telah di janji oleh Allah, agar nyawaku tidak melewati semua dagingku (daging harus musnah terlebih dahulu). Ketika Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i sakit yang mengakibatkan kewafatannya, beliau berkata, “Sisa umurku akan kugunakan untuk menanggung bilahi agungnya para makhluk.

Kemudian beliau menggosok-ngosokkan wajah dan uban rambut beliau dengan debu sambil menangis dan beristighfar . Yang dideritai oleh Sayyidi Ahmad Al-Rifa’i ialah sakit “Muntah Berak”. Setiap hari tak terhitung banyaknya kotoran yang keluar dari dalam perutnya. Sakit itu dialaminya selama sebulan. Hingga ada yang tanya, Kok, bisa sampai begitu banyaknya yang keluar, dari mana ya kanjeng syaikh. Padahal sudah dua puluh hari tuan tidak makan dan minum.

Beliau menjawab, Karena ini semua dagingku telah habis, tinggal otakku, dan pada hari ini nanti juga akan keluar dan besok aku akan menghadap Sang Maha Kuasa. Setelah itu ketika wafatnya, keluarlah benda yang putih kira-kira dua tiga kali terus berhenti dan tidak ada lagi yang keluar dari perutnya. Demikian mulia dan besarnya pengorbanan Aulia Allah ini sehingga sanggup menderita sakit menanggung bala yang sepatutnya tersebar ke atas manusia lain. Wafatlah Wali Allah yang berbudi pekerti yang halus lagi mulia ini pada hari Kamis waktu duhur 12 Jumadil Awal tahun 570 Hijrah. Riwayat yang lain mengatakan tahun 578 Hijrah.

Syaikh Ahmad Badawi
Setiap hari, dari pagi hingga sore, beliau menatap matahari, sehingga kornea matanya merah membara. Apa yang dilihatnya bisa terbakar, khawatir terjadinya hal itu, saat berjalan ia lebih sering menatap langit, bagaikan orang yang sombong. Sejak masa kanak kanak, ia suka berkhalwat dan riyadhoh, pernah empat puluh hari lebih perutnya tak terisi makanan dan minuman. Ia lebih memilih diam dan berbicara dengan bahasa isyarat, bila ingin berkomunikasi dengan seseorang. Ia tak sedetikpun lepas dari kalimat toyyibah, berdzikir dan bersholawat.

Pada usia dini beliau telah hafal Al-Quran, untuk memperdalam ilmu agama ia berguru kepada syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan syaikh Ahmad Rifai. Suatu hari, ketika beliau telah sampai ketingkatannya, Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, menawarkan kepadanya: “Manakah yang kau inginkan ya Ahmad Badawi, kunci Masyriq atau Maghrib, akan kuberikan untukmu”, hal yang sama juga diucapkan oleh gurunya Syaikh Ahmad Rifai, dengan lembut, dan karna menjaga tatakrama murid kepada gurunya, ia menjawab; Aku tak mengambil kunci kecuali dari al-Fattah (Allah ).

Peninggalan syaikh Ahmad Badawi yang sangat utama, yaitu bacaan shalawat badawiyah sughro dan shalawat badawiyah kubro.

Syaikh Abu Hasan asy-Syazili
Keramat itu tidak diberikan kepada orang yang mencarinya dan menuruti keinginan nafsunya dan tidak pula diberikan kepada orang yang badannya digunakan untuk mencari keramat. Yang diberi keramat hanya orang yang tidak merasa diri dan amalnya, akan tetapi dia selalu tersibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan yang disenangi Allah dan merasa mendapat anugerah (fadhal) dari Allah semata, tidak menaruh harapan dari kebiasaan diri dan amalnya.

Di antara keramatnya para Shiddiqin ialah :
1. Selalu taat dan ingat pada Allah swt. secara istiqamah (kontineu).
2. Zuhud (meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi).
3. Bisa menjalankan perkara yang luar bisa, seperti melipat bumi, berjalan di atas air dan sebagainya.

Diantara keramatnya Wali Qutub ialah :
1. Mampu memberi bantuan berupa rahmat dan pemeliharaan yang khusus dari Allah swt.
2. Mampu menggantikan Wali Qutub yang lain.
3. Mampu membantu malaikat memikul Arsy.
4. Hatinya terbuka dari haqiqat dzatnya Allah swt. dengan disertai sifat-sifat-Nya.

Beliau pernah dimintai penjelasan tentang siapa saja yang menjadi gurunya. Kemudian beliau menjawab, Guruku adalah Syaikh Abdus Salam ibnu Masyisy, akan tetapi sekarang aku sudah menyelami dan minum sepuluh lautan ilmu. Lima dari bumi yaitu dari Rasululah saw, Abu Bakar r.a, Umar bin Khattab r.a, Usman bin Affan r.a dan Ali bin Abi Thalib r.a, dan lima dari langit yaitu dari malaikat Jibril, Mika’il, Isrofil, Izro’il dan ruh yang agung.
Beliau pernah berkata, Aku diberi tahu catatan muridku dan muridnya muridku, semua sampai hari kiamat, yang lebarnya sejauh mata memandang, semua itu mereka bebas dari neraka. Jikalau lisanku tak terkendalikan oleh syariat, aku pasti bisa memberi tahu tentang kejadian apa saja yang akan terjadi besok sampai hari kiamat. Syekh Abu Abdillah Asy-Syathibi berkata, Aku setiap malam banyak membaca Radiyallahu’an Asy-Syekh Abul Hasan dan dengan ini aku berwasilah meminta kepada Allah swt apa yang menjadi hajatku, maka terkabulkanlah apa saja permintaanku.

Lalu aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. dan aku bertanya, Ya Rasulallah, kalau seusai shalat lalu berwasilah membaca Radiya Allahu ˜An Asy-Syaikh Abu Hasan dan aku meminta apa saja kepada Allah swt, apa yang menjadi kebutuhanku lalu dikabulkan, seperti hal tersebut apakah diperbolehkan atau tidak?. Lalu Nabi saw menjawab, Abu Hasan itu anakku lahir batin, anak itu bagian yang tak terpisahkan dari orang tuanya, maka barang siapa bertawassul kepada Abu Hasan, maka berarti dia sama saja bertawassul kepadaku.

Peninggalan syaikh Abu Hasan asy-Syazili yang sangat utama, yaitu Hizib Nashr dan Hizib Bahar. Orang yang mengamalkan Hizib Bahar dengan istiqomah, akan mendapat perlindungan dari segala bala. Bahkan, bila ada orang yang bermaksud jahat mau menyatroni rumahnya, ia akan melihat lautan air yang sangat luas. Si penyatron akan melakukan gerak renang layaknya orang yang akan menyelamatkan diri dari daya telan samudera. Bila di waktu malam, ia akan terus melakukan gerak renang sampai pagi tiba dan pemilik rumah menegurnya. Hizib Bahar ditulis syaikh Abu Hasan asy-Syazili di Laut Merah (Laut Qulzum).

Di laut yang membelah Asia dan Afrika itu syaikh Abu Hasan asy-Syazili pernah berlayar menumpang perahu. Di tengah laut tidak angin bertiup, sehingga perahu tidak bisa berlayar selama beberapa hari. Dan, beberapa saat kemudian Syaikh al-Syadzili melihat Rasulullah. Beliau datang membawa kabar gembira. Lalu, menuntun syaikh Abu Hasan asy-Syazili melafazkan doa-doa. Usai syaikh Abu Hasan asy-Syazili membaca doa, angin bertiup dan kapal kembali berlayar.

Sumber :

http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&task=view&id=788&Itemid=154


Hizib Ikhfa’

HIZIB IKHFA’ ini adalah Berasal dari Al Imam , Al-Wali, Al-Ghauts, Al-Ghutub Asy-Syeikh Abil Hasan Ali yang Terkenal dengan nama Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili r.a yang sudah terkenal di kalangan orang-orang Ahli hikmah dan Tarekat.
Hizib beliau ini sangat kuat untuk menghadapi Serangan Musuh,baik untuk menyerang dan bertahan,juga untuk pagar diri, keluarga dan tempat tinggal,juga sangat kuat untuk melontarkan serangan balik yang timbul dari manusia,jin,serta bala tenteranya,ertinya sebelum kejahatan itu sampai, ia sudah kembali menghantam kepada niat orang yang berbuat jahat kepadanya ini sangat menakutkan sekali.
Semoga Bermanfaat untuk menuju ketaqwaan kita taqarrub kepada Allah.
Untuk Itu Tatacaranya :
1. Puasa Sunah 3 atau 7 hari dengan ikhlasnya.
2.Selama Puasa Hizib dibaca disetiap sholat fardu paling sedikit ikhlasnya 3x dan sholat Hajat 40x. Ulangan,setelah selesai puasa di Baca minimum dijadikan wirid 3x subuh dan Maghrib.
3. Tawasulnya kepada Rosululloh,malaikat Muqorrobin,Para Sahabat Rusul,Qutb Auliya-i Syekh Abdus Salam Bin Masyis,Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili,Syeikh Abul Abas Al-Marsi,Walisongo,kedua orang tua dan muslimin dan muslimat.
4.Hanya Untuk orang Dewasa.
HIZB IKHFA’ berikut apabila di amalkan atau dibaca setiap hari maka setiap kejahatan yang datangnya dari manusia atau makhluk jin dan makhlus halus lainnya tidak akan berdaya, bahkan akan hancur dengan sendirinya dan semua bentuk kejahatan itu akan kembali pada pengirimnya.

{بسْمِ الله الرحْمن الرَّحيم}
احْتَجَبْتُ بنُورِ اللهِ الدائمِ الكاملْ.وتحَصَّنْتُ بحصْنِ الله القوىِّ الشَّامِل.ورَمَيْتُ مَن بغَى علىَّ بسهم الله وسَيْفِهِ القاتِلْ.

اللهم يا غالباً على أمرِهِ ويا قائِماً فوقَ خَلْقِهِ ويا حَائِلاً بيْنَ المرءِ وقلبِهِ.حُلْ بيني وبين الشيْطَانِ ونَزْغِهِ.

اللهم كُفَّ عَنىّ ألسِنَتَهُم واغلُلْ أيدِيَهُم وأرجُلَهُم واربِطْ على قُلُوبهم .واجعل بيني وبينهم سدَاً مِن نُورِ عَظمتِكَ وحجَاباً مِن قُوَّتِكَ وجُنْداً مِن سُلطانِك . إنك حيُّ قادِرٌ مُقتَدِرُ قهَّار

. اللهم اغشِ عَنّى أبصارَ الأشرار والظَّلَمَةِ حتى لا أُبالى بأبصارهم

. يكاد سنا بَرقِه يذهب بالأبصار.يُقلِّبُ الله الليل والنهار إن في ذلك لعِبرةً لأولي الأبصار.

بسم الله كهـيعص . بسم الله حـمـ عـسـق.

كماء ٍ أنْزَلناه مِن السماء فاختلط به نبات الأرض فأصبح هَشيماً تَذرُوهُ الرياح

.هو الله الذي لا إله إلا هو عالم الغيب والشَّهادة هو الرحمن الرحيم.

يوم الآزفة إذ القلوب لدى الحناجر كاظمين ما للظالمين مِن حَميم ولا شفيعٍ يُطاع.

عَلِمت نَفْسٌ ما أحْضَرَتْ فلا أُقسِمُ بالخُنَّسِ الجوار الكُنَّسِ والليل إذا عسعس والصبح إذا تنفسَّ.

ص والقرآن ذي الذِكرِ بَلِ الذين كَفَرُوا في عِزَّةٍ وشِقاق.

شاهِت الوجوه . شاهِت الوجوه.شاهِت الوجوه.

وعَمِيت الأبصارُ وكلَّتِ الألسن وَوَجِلَتِ القُلُوب

{جَعَلْتُ خَيرهم بين أعيُنَهُم وشرِّهُم تحت أقدامِهم وخاتَم سُليمان بين أكتافِهِم لا يسمعون ولا يُبصرون ولا ينطقون بحقِّ كهـيعـص.

فسيكفيهم الله وهو السميع العليم.فسيكفيهم الله وهو السميع العليم .فسيكفيهم الله وهو السميع العليم }3

{إنَّ وَليِّيَ الله الذي نَزَّلَ الكِتّاب وهو يتَوَلَّى الصَّالحين}(3)

{حَسْبيَ الله لا إله إلا هُوَ عليه توكلت وهُوَ رّبُّ العَرشِ العَظيم}(7)

.بل هو قرآن مَجيد في لوح مَحفوظٍ.

اللهم احفظني مِن فَوقي ومِن تَحْتي وعَن يَميني وعَن شِمالي ومِن خَلْفي ومِن أمامي ومِن ظاهِري ومِن باطِني ومِن بَعض ومِن كُلي وحُل بَيني وبين مَن يَحولُ بيني وبينك.يا ألله.يا ألله.يا ألله .ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العَظيم.وصلى الله على سيدنا محمد النبيِّ الأُميِّ وعلى آله وصَحْبِهِ وسَلّم تسليماً

Danyang

Danyang yaitu Orang yang pertama kali menempati suatu Desa atau Kampung yang sebelumnya belum ada Manusia yang menempati dan masih berupa hutan belukar. Di hutan yang masih belum ada penghuninya ini sudah dihuni oleh makhluk halus yaitu jin,setan dan demit. Tempat yang angker ini sangat bahaya jika mau tinggal di tempat hutan yang Lungit (angker) ini di perlukan keberanian dan ilmu untuk mengusai makhluk Halus dari alam ghaib yaitu harus menguasai Jin,setan dan Demit. Jika tidak maka akan celaka karena makhluk halus Jin,Setan dan Demit tidak terima karena merasa terusik oleh kedatangan orang yang membuat rumah tempat tinggal ditempat itu. Read the rest of this entry

Mantra Junjung Drajad

 

 

 

 

 

Bantuan Dari Ghoib

Syekh Taqiyuddin Addimasyaqi Dalam Sa’adatul Daroin, ” Siapapun yang membacakan ayat dibawah ini seribu kali dalam satu hari akan diberikan sesuatu yang berharga dengan cara yang gaib “. Namun menurut beberapa pengamal kadang-kadang membutuhkan tujuh hari berturut-turut sebelum hasilnya dapat dilihat tergantung pada keikhlasan seseorang, karma baik, motif, energi , attunement spiritual, kemurnian, dll.

Allaahumma innii as-aluka bis-mikal-a’dhomiil maktuubi min nuuri wajhikal-a’laal mu-a’bbadiddaa-imiil-baaqi, al-mukholladi fii qolbi nabiyyika wa rosuulika Muhammad.Wa as-aluka bismikal-a’dhomil waahidi biwahdatil-aahad, al-muta’aali ‘an wahdatil-kammi wal a’adadil-muqoddasi ‘an kulli ahad, wa bihaqqi, bismillahir-rohmaanir-rohiim, Qull huwallaahu ahad, allaahush-shomad, Lam yalid walam yuulad, Wa lam yakul-lahu kufuan ahad. An-tushollia ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sirri hayaatil wujuudi wassababil ‘a-dhoomi likulli maujuudi sholaatan tusyabbitu fii qolbiil-iimaana watuhaffidhuuniil qur-aana watufahhimunii minhul ‘aayaati wataftahulii bihaa nuuroo jannaati wanuuroon-na ‘iimi wanuuroon-nadhori ilaa wajhikal kariim. Wa a’laa aalihi washohbihii wasallim wal hamdulillaahirobbil ‘aa-lamiin.